RANGKUMAN TEORI KOMUNIKASI

BAB I KONVERGENSI MEDIA

Media massa mengalami beberapa tahap perubahan, tranformasi, dan bahkan bermetamorfosis. Dalam pandangan fidler, mediamorfosis memiliki tiga konsep, yaitu: koevolusi, konvergensi, dan kompleksitas. Ia mendefinisikan mediamorfosis sebagai transformasi media komunikasi,hubungan timbal balik yang rumit antara berbagai kebtuhan yang dirasakan, tekanan persaiangan politik, berbagai inovasi dan teknologi.

Perkembangan teknologi komunikasi ( massa ) bermula dari mesin cetak yang menghasilkan surat kabar dan baku. Teknik teknologi yang menghasilkan film, teknologi gelombang elektromagnetik yang melahirkan radio dan televisi, teknologi berbasis internet yang kemudian memopulerkan istilah media baru (new media). Kehadiran internet secara deratis dan dramatis perkembangan media massa, Memicu dua perubahan mendasar dalam likungan media massa, pertama, perubahan proses jurnalidtik, termasuk digitalisai, kedua, perubahan bentuk dan format organisasi media. Kini mereka bergabung satu kesatuan yang dikenal dengan konvergensi. Tidak heran bila sekarang hampir semua media cetak dan elektronik menyertainya dengan bentuk berita online, e-paper dan live streaming.

World association of newspapers ( WAN ) menemukan enam tren efek internet terhadap jurnalisme, (1) peningkatan juernalisme, (2) munculnya riset audiensi tentang pola pengguna media, (3) penyebaran informasi (berita), (4) penataan kembali newsroom, (5) pengembangan bentuk narasi/ storytelling, (6) pertembungan audensi yang fokus pada penyesuaian berita dan penyesuaian berita pada multimedia.

Perubahan mendasar pda jurnalisme lantas memunculkan terminologi bernama krisis jurnalisme meski kata “keritis” dipandang berlebihan. Todd gitlin. Gitlin mengidentifikasi lima indikator, yaitu (i) jatuhnya sirkulasi, (ii) jatuhnya pendapatan advertising, (iii) difusi perhatian, (iv) kerisis yang berwenang, dan (v) ketidakmampuan atau keegganan jurnalisme mempertanyakan struktur kekuasaan sama berkontribusi untuk membawa kerisis yang mendalam jurnalisme.

Konvergurasi media adalah konsep yang mambiguitas. Istilah ini dipergunakan secara berbeda. Teoretikus konvergensi media  henry jenkins mendefinisikan konvergurasi sebagai proses sebagai penyatuan yang terus-menerus terjadi diantara berbagai bagian media seperti teknologi, industri, konten, dan khayalak. Burnett and marshall mendefinisikan konvergensi sebagai penggabung industri, telekomunikasi dan komputer. Konvergensi media bisa dipahami sebuah integaris atau penyatuan beberapa media konvensional dengan kemajuan teknologi informasi menjadi satu atap atau perusahan. Perusahan media MNC grup , contohnya, menaungi MNCTV, koran sindo, sindonews.

Konvergensi juga merupakan aplikasi dari teknologi digital yaitu integrasi teks, suara, angka, dan gambar. Konvergensi media meliputi antara lain cross-promotion (lintas promosi), cloning (penggandaan), coopetition (kolaborasi), content sharing ( berbagi isi), dan full convergence (penyatuan). Konvergensi media ternyata bukan hanya berpengaruh pada perubahan proses jurnalistik, tetapi juga menyangkut ke berbagai aspek kehidupan. berdampak konsumsi media masyarakat, persepsi publik, penyebaran informasi, dan literasi media.

Kontruksi sosial media yang berbentuk siaran, tayangan dan atau tulisan. Setiap siaran, tayangan dan tulisan, mengandung penulisan dan editornya. Hal ini disebabkan siaran, tayangan dan atau tulisan untuk khayalak.

Makna terjadi karena ada tanda. Ada tiga jenis makna dlam sebuah komunikasi, yaitu: makna si penutur, makna bagi si pendengar, dan makna tanda ( sign meaning ) yang melekat pada tanda itu sendiri. Makna itu berdsifat relasional, segala sesuatu akan bermakna jika memiliki hubungan dengan jenis yang dilekatkan. Bisa tersurat (jelas) atau tersirat (tersembunyi).

Hari ini kekuasaan lain yang sangatt kuat adalah media. Ini lah rumus sederhana pengehusa media. Media memang rana yang netral diman berbagai kepentingan dan pemaknaan berbagai kelompok akan mendapat perilaku yang seimbang. Media adlah subjek yang mengonstruksi realitas berdasarkan penafsiran dan definisinya sendiri untuk disebarkan ke khayalak. Ada empat unsur utama kapitalisme global, yakni: waktu, ruang, uang dan kecepatan.

Salah satu akibat konglomerasi adalah keseragaman siaran, tayangan, dan tulisan di tiga perusahaan media yang sedang di teliti. Ada tujuh kritik terhadap konglomerasi media didunia global

  1. metode penelitian

Metode ini untuk membkar teks, tayangan, dan siaran dari objek penelitian, yakni, berita, tayangan, dan siaran. Analisis wacana kritis model norman faiclough menghubungkan antara teks makro dan mikro. Menurut jorgensen dan phillips (2007: 199) menyatukan tiga tradisi. Pertama, analisi tekstual yang terpencil, kedua, analisi makro-sosiologi, dan yang ketiga, mikro-sosiologi dalam sosiologi tempat kehidupan. analisi wacananya, yaitu, text, discourse practice, dan sociocultura practice. Ideologi adalah makna yang melayani kekuasaan, analisis menurut norman fairclough adalah untuk membokar representasi kekuasaan yang ada di media. Ada tiga tahan analisis tersebut dan norman fairclough memberikan lankah-langkah yang ada lima, pertama, fokus kepada ketidakberesan sosial dalam aspek semiotikanya. Kedua, mengidentifikasi hambatan-hambatan. Ketiga, mempertimbangkan apakah tantan sosial. Keempat, mengidentifikasi cara-cara yang mungkin untuk mengatasi hambatan-hambatan. Kelima, melakukan refleksi secara kritis dari keempat point teersebut. Norman fairclough harus selalu melibatkan tiga level wancana : mikro, meso dan makro.

1.2 konvergensi media di indonesia

1.2.1 kompas grup

Cikal bakal kompas grup adalah harian kompas yang pertama kali terbit 28 juni 1965,tahun ini (2017) ia berusia 52 tahun. Surat kabar ini didirikan almarhumah petrus kasinus (PK) ojong dan jakob oetama. Nama kompas sendiri merupakan nama pemberihan presiden petama republik indonesia yaitu soekarno, sebab awal nya  bernama bentaran rakyat.

1.2.1.1 visi dan misi

A. visi

“ menjadi institusi yang memberikan pencerahan bagi perkembangan masyarakat indonesia yang demokratis dan bermatabat serat menjunjung tinggi asa dan nilai kemanusian”.

B. mis

“ mengantisipasi dan merespon dinamika masyarakat secara profesional, sekaligus memberi arah perubahan ( trend setter ) dengan menyediakan dan menyebarluaskan   informasi terpercaya”.

1.2.2 media grup

Media grup bermula dari harian media indonesia yang kini merupakan koran nasional. Koran media indonesia terbit sejak 19 januari 1970. Pada awalnya media indonesia dari empat halaman dengan tiras yang masih terbatas.pada tahun 1976, media indonesia menambah menjadi delapan halaman. Sekitar tahun 1987, pendiri media indonesia teuku yousli syah berkerja sama dengan mantan pemimpin surat kabar prioritas, surya paloh.awal tahun 1995, media indonesia  menempati kantor baru yang lebih besar dan permanen. Surya paloh mendirikan televisi bernama metro tv pada tanggal 25 oktober 1999. Pada tanggal 25 november 2000 metro tv resmi mengudara.awalnya ditangkan hanya 12 jam perhari sampai 1 april 2001, kini , metro tv melakukan penyiaran selama 24 jam.

1.3 kovergensi media di belahan dunia

Penelitian tentang konvergensi media pun menjadi tren di kalangan akademik. Berlomba membedah konvergensi dari berbagai aspek. Beberapa bidang yan diteliti antara lain media dengan jurnalime, bisnis, dan politik.

Bab II

Ideologi Politik Dalam Kajian Media

  • Dua Model Kajian Media

Sepanjang sejarahnya, komunikasi mengenal dua aliran/mazhab peikiran, yakni, aliran perpindahan pesan ( james carey menyebutnya dengan mazhab transmisi) dan aliran pembangkit/pertukaran makna (mazhab semiotika versi jhon fiske).

Implikasi adanya dua mazhab kajian komunikasi adalah menghasilkan aliran yang bernilai pula dalam kajian komunikasi masa (media massa). Aliran transmisi pesan berlanjut teori ekonomi politik media (political-economic theoriesof media) dan mazhab pertukaran berkolerasi teori kajian budaya (cultural syudies) atau socio-cultural apporaches to the media dalam ranah komunikasi massanya.

Pertama, aliran penyampaian pesan (transmision of messages) adalah yang pertama dan tertua, komunikasi selalu di identikan dengan penyampaian pesan dari pengirim/komunikator ke penerima/komunikan. Mazhab ini wajar karena yang pertama adalah dan sudah ada sejak disiplin komunikasi pertama kali digiukan.

Elemen pokok transmisi adalah komunikator, pesan, dan komunikan. menurut paham komunikasi mazhab tarnsmisi, komunikan haru dilihat sebagai proses perpindahan pesan dari satu pihak ke pihak lain. Komunikasi mazhab transmisi pesan dalam kajian medianya melahirkan teori ekonomi politik media. Teori ini lebih cenderung melihat media dari produksi dan distribusinya.

Dalam kacamata politik media, media mengalami proses seleksi dan kontruksi. Dalam sudut pandang ini D lima prose penyaringan, yang pertama ukuran, kepemilikan dan orientasi dari media, kedua, pengiklan, ketiga, sumber media masa, keempat apa yang disebut sebagai flak (komentar negatif berbentuk selembaran, telepon,petisi) kelima, mekanisme antikomunisme.

2.2 Jurnalisme dan Representasi makna media

Definisi jurnalisme sangat banyak, beragam dan terus berkembang, namun dari beragam pengertian kita bisa mengambil inti sarinya. Secara sederhan kita bisa mengtakan jurnalisme sebagai bisnis, keterampilan, atau praktik produksi dan penyebaran informasi tentang urusan publikyng sangat hangat dan penting. Idealnya, informasi yang disajikan jurnalisme adalah fakta yang terjadi dilapangan sehingga kebenaran sebuah peristiwa bisa ditangkap oleh masyarakat yang menerima informsi tersebut.

Produk pertama kerja jurnalisme adalah berita. Definisi berita adalah tulisan, tayangan, atau siaran tentang fakta dari satu peristiwa atau kejadian yang dimuat atau disarankan oleh media massa dengan menggunakan kontruksi 5W+1H (what, why,who, where, dan when serta how), prinsip 5W+1H kini berkembang menjadi 6W+1H dengn penambahan W keenam What Next . prinsip keenam ini muncul belakangan sering dengan maraknya media online yang mengejar kecepat penayangan/pemuatan sebuah peristiwa

Kontruksi tulsan berita konvensional adalah piramida terbalik, dalam berita model ini kepala berita menjadi tempat fakta terpenting versi redaksi tentunya. Penempatan fakta terpenting di kepala berita memudahkan pembaca untuk menangkap inti berita tersebut. Seiring berkembangnya teknologi komunikasi informasi, khusunya internet, kontruksi 5W+1H, khusunya untuk surat kabar dan majalah berkembang menjadi matriks 5W+1H atau 6W+1H. Berita adalah hasil kontruksi wartawan dan media masa secara institusi terhadap suatu peristiwa, dengan demikian, berita di suatu media bukan hanya rangkaian fakta yang tersususn menjadi sebuah kalimat dan paragaraf. Ia adalah representasi pikiran dan sikap wartawan dengan segala latar belakangnya.

2.3 Ideologi dan Relasi Kekuasaan Media

            Isu terbesar dalam hubungan media masyarakat adalah persoalan ideologi, idelogi media, misalnya republika mengusung ideologi islam; kompas menjadi humanisme universal sebagai ideologinya. Idelogi dalam media adalah proses pergulatan dalam isu tertenu secara spesifik.

            Kelanjutan tentang idelogi adalah bagaimana makna di kontruksi di sampaikan melalui simbol-simbol dalam berbagai variainya. Baik dalam ungkapan sehari hari ataupun bhasa yang kompleks. Dalam konterk intulah sesungguhnya ideologi menyimpan dua sisi bertentanggan. Dalammprospektif teoritis, ideologi sangat ideal-normatif.namun pada sisi praktisi ideologi menyimpan wajah seram dan kejam.

            Jika pengetahuan dan ilmu pengetahuan membeku menjadi delusi atau kesadaran palsu sehingga menghalangi manusia berbuat kebaikan, keduanya menjadi ideologi. Fungsi ideologi menurut Chris Barker, bisa diliat sebagai empat hal, pertama, pandangan dunia menurut kelompok-kelompok dominan yang berfungsi membenarkan dan mempertahan kan kekuasaan mereka, kedua,pandangann dunia sekelompok sosial manapun yang membenarkan tindakan-tindakan mereka, ketiga, pandangan dunia kelompok dominan yang berfungsi membenarkan dan mempertahankan kekuasaan mereka, keempat, hampir sama dengan yang kedua dan ketiga, yang pandangan dunia kelompok sosial manapun yang membenrakan tindakan mereka.

            Ekspresi dari proyeksi sosial bagi pekerja di dunia jurnalistik adalahh siaran, tayangan, dan tulisan berita. Dengan demikian setiap siaran tayangan dan tulisan berita melindungi ideologi penulis, kamerawan, atau edirornya. Setiap siaran, tayangan , dan tulisan berita atau media dipastikan berpotensi mengandung bias media atau bias berita. Hal ini disebabkan karena siaran, tayanan, dan tulisan berita tidak berada dalam ruangan hampa.

2.4 Organisasi Media dan Konvergensi Media

            Organisasi media adalah organisasi sosial yang formal, biasanya sebuah entitas ekonomi yang mempekerjakan para pegawainya untuk memproduksi isi media. Ada beberapa jenis organisasi media, antara lain organisasi yang di biyai oleh negara. Biasanya terjadi di negara yang mengkalim negara demokratis. Ia kemudian memiliki publik seperti TVRI,RRI, dan LKBN antara untuk negara kita. Secara umum organisasi media tradisional dibagi menjadi dua bagian yakni, organisasi redaksi ( yang memproduksi beragam acara,khususnya berita) dan organisasi nonredaksi (kerap kali disebut bagian usaha). Pembagian dilakukan untuk menghindari percampuran kepentingan berita dan usaha. Di Semua media hanya saja penamanya yang berbeda. Untuk posisi redaktur menjadi produser. Meski namanya berbeda, tetapi pekerjaan dan tanggung jawab sama.

Perkembangan mutahir adalah penyatuan organisasi media konvesional dan media sosial pada sebuah organisasi induk. Inilah yang kini dikenal dengan konvergensi media. Konvergensi adalah perubahan teknologi, industri, budaya, dan sosial dalam lingkaran media termasuk di dalamnya budaya kita. Konvergensi media menuntut perubahan dalam proses pembuatan konten dan disrtibusi berita. Konvergensi juga mendorong dalam organisasi dalam manejamen media dan pengelolaan ruang redaksi.

2.5 kampanye dan agenda politik media

            Salah satu elemen komunikasi politik adalah kampanye (politik) tujuan utama kampanye adalah memengaruhi publik, khususnya pemilihan, dalam konteks pemilihan umum atau kepada daerah. Di negara demokratis seperti di indonesia, kampanye menjadi sesuatu yang given for granted untuk mendapatkan dukungan publik.

Kampanye menurut kamus besar bahasa indonesia (KKBI) adalah gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi dan sebagainya). Charles U. Larson menyebutkan tiga model kampanye, yaitu : product-orientedcampaigns, candidate-oriented campaigns, dan ideologically or cause oriented campaigns.

BAB III

ANALISI WACANA KRITIS DALAM KONVERGENSI MEDIA

             Untuk mempermudah dalam membongkar reptresentasi, relasi dan identisa serta intertekstualitas/interdiskursivitas konstruksi wacana pada objek penelitian tingkat mikro (teks berita) pada tiga grup media.

3.1 teks kompas grup

3.1.1 kecurangan kampanye pilpres

            Dari semua berita yang dianalisis, baik dari kompas grup maupun dua grup yang lainnya, media grup dan MNC grup, inilah berita yang paling baik secara prinsip, kaidah, dan etika jurnalistik. Kompas memiliki trauma dengan masa lalu di bawah rezim ototier.kompas lebih mementingikan keberlangsungan perusahaan (ekonomi dan bisnis).

3.1.2 dugaan pelanggaran HAM prabowo

            “HAM adalah isu utama kompas”. Untuk menhantam prabowo dengan isu dugaan pelanggaran HAM. Kompas ingin menujukan bahwa penculikan urusan dan kesalahan pribadi prabowo.kompas berada di kubu jokowi-jk permasalahan dalam berita ini adalah sumber berita tidak berimbang tidak berasal dari kedua belah pihak.

3.1.3 debat capres-cawapres

            Dukungan kompas kepada jokowi-jk selain melalui teks berita juga terlihat jelas melalui foto yang ditampilkan.kompas menampilkan dua foto dalam berita ini. Dalam sudut efek kampanye, foto jokowi-lah yang paling mempengaruhi massa, sebab dalam pilpres yang dipakai adalah memilih orang bukan partai politik. Ada dua isu besar yang diangkat kompas dari gagasan jokowi. Teks berita kompas.com ini lebih mirip sebagai teks kampanye dari pada karya jurnalistik.

3.1.4 konser salam 2 jari

            Seperti harian kompas dan kompas.con, kompas tv pun menyiarkan konser salam 2 jari yang di gagas grup musik slank ini. Acara yang di gagas tim sukses jokowo-jk ini sepenuhnya dibuat untuk menganpanyekan jokowo-jk. Jadi secara jelas, dalam liputan ini kompas tv mengambaikan asa keadilan. Apalagi tidak adasuara dari kubu prabowo-hatta. Dari awal hingga akhir, berita ini hanya satu tujuan : mengglorikan jokowi-jk yang ada dalam berita ini sangat terasa untuk mengampanyekan jokowi-jk. Teks berita ini lebih jelas sebagai kampanye dari pada karya jurnalistik.

3.1.5 keberpihakan presiden sosilo bambang yudhoyono

            Dalam politik tidak ada temen dan kawan abadi, yang ada kepentingan yang abadi. Inilah tema yang diangkat kompas.com dalam berita tentang dukungan presiden susilo bambang yudhoyono terhadap prabowo-hatta. Dukungan kompas.com kepada jokowi-jk terlihat dengan mengangkat angel ini.

3.1.6 praktik wacana kompas grup

            Praktik umum pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 lalu-terkait peta,peran, dan fungsi media-independensi menjadi satu hal yang sangat penting , tak terkecuai bagi kompas. Secara garis besar fokus kompas pada penyelenggaraan pilpres, bukan partai pengusung ataupun kedua kadidat.

3.2 teks media grup

3.2.1 kecurangan kampanye pilpres

            Keberpihakan politik secara tegas dan clear, very clear (dalam istilah abdul kohar,deputi direktur pemberitaan media indonesia ketika diwawancarai) kepada salah satu pasangan calon jokowi-jk, adalah penyebab utamanya, masalah teks berita tentu saja berasal dari proses jurnalistik, yakni, penugasan, pengumpulan, evaluasi, dan penulisan.

3.2.2 dugaan pelanggaran HAM prabowo

            Sama dengan berita sebelumnya, berita ini pun sama menghantam prabowo. Dalam masa kampanye pilpres kali ini hanya dua tipe berita media indonesia dan media grup, yaitu menghantam prabowo-hatta atau mengangjat nama jokowi-jk. Media grup untuk menghajar prabowo yang di duga terlibat penculikan aktivis menjelang reformasi.

3.2.3 debat capres-cawapres

            Judu berita “ jokowi-jk unggul telak” sangat jelas sumir. Tanpa skala yang jelas dan ukuran yang valid, media indonesia menulis “ jokowi-jk unggul telak” dalam debat capres-cawapres.

3.2.4 konser salam 2 jari

            Konser ini dilaksankan pada hari kampanye seperti ditetapkan komisi pemilihan umum (KPU) acara yang di gagas oleh tim kampanye jokowi-jk ini sepenuhnya disantap dan disajikan kedua koran tersebut ke khayalak tanpa filter apa pun.

3.2.5 keberpihakan presiden susilo bambang yudhoyono

            Judul berita “ SBY cipika-cipiki dengan prabowo-hatta di cikeas” dibuat dengan terpaksa dan cenderung sinis. Kata “cipika-cipiki” adalah wujud dari nada sinis metrotvnews.com terhadap pertemuan presiden susilo bambang yudhoyono dan prabowo serta tim suksenya.

3.2.6 praktik wacana media

            Koran dan situus mempunyai hak untuk tidak netral. Media tidak harus netral, yang harus netral itu adalah media penyiaran kenapa menggunakan frekuensi milik publik. Media ini diatur oleh negara, tetapi kalu koran atau online yang sumber dayanya dimiliki oleh pribadi tidak perlu atau tidak wajib netral.

3.3 teks MNC grup

3.3.1 kecurangan kampanye pilpres

            Judul berita “ bawaslu putuskan kampanye jokowi dimonas pelanggaran” sindonnews.com in di banding terbalik dengan judul yang dibuat metrotvnews.com. hanya saja sindonews.com mengambil pristiwa yang di monas, sedangkan metrotvnews.com peristiwwa di KPU.

3.3.2 dugaan pelanggaran HAM prabowo

             Judul berita “prabowo dikorbankan para jendral” dalam wacana dugaan pelanggaran HAM prabowo adalah kebalikan dengan judul media indonesia (presiden terpilig bebas noda HAM) dan kompas (wiranto wacan inisatif prabowo sendiri).

3.3.3 debat capres-cawapres

            Sama seperti media indonesia, semua berita koran sindo bermasalah secara jurnalistik. Semua teks berita MNC grup, termasuk yang ada di harian media indonesia, secara jurnalistik bermasalah. Keberpihakan politik secara tegas kepada pasangan prabowo-hatta adalah penyebab utamanya.konstuksi teks berita tentu saja berasala dari semua aspek dari proses jurnalistik, yakni penugasan, pengumpulan, evaluasi, dan penulisan.

3.3.4 konser salam 2 jari

            Tidak ada berita tentang konser salam 2 jari di tiga media dari MNC grup (koran sindo,RCTI, maupun sindonews.com).

3.3.5 keberpihakan presiden susilo bambang yudhoyono

            Berita berjudul “ SBY restui prabowo-hatta”

3.3.6 praktik wacana MNC grup

            Koran sindo melihat tren media pada kampanye pemilihan presiden 2014. Ada yang berpihak pada kubu jokowi-jk seperti media indonesia, kompas, dan tempo.

3.4 Praktik Sosiokultural

3.4.1 Kecurngan pilpres

            Justifikasi kecurangan pada masa kampanye pilpres 2014 justru sering dilakukan oleh media massa atau trial by press. Badan pengawa pemilu (bawaslu) yang berwenang belum memeutuskan apa pun, tetapi media sudah lebih terdahulu menjatuhkan vonis bersalah kepada kandidat atau partai politik tertenu.

            Ssunggunya komisi pemilihan umum (KPU)  dan bawaslu memiliki kemelalui proses mekanisme tersendiri diputuskan apakah diteruskan ke bawaslu yang bersifat administratif atau kepolisian jika jika kecuranggan tersebut menyangkut kriminalitas.

            Sesungguhnya kecurangan dalam kampanye pilpres 2014 tidak perlu dilakukan pasangan capres dan cawapres. Masyarakat sudah lebih cerdas dalam menentuan pilihan. Bentuk kecurangan ialah money politic. Bagi sebagian masyarakat yang matrealisti, politik uang menjadi sesuatu yang dinanti, tetapi bagi masyarakat yang memiliki pilihan dengan mantap, politik uang tidak akan menggoyahkan pilihannya.

            Dugaan kecurangan lain adalah keterlibatan di tingkat penyelenggara pemilu daerah (KPUD). Dalam konteks kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu maka DKKP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) yang berwenang dalam menyelesaikan masalah ini. Untuk menghindarai kecurangan dalam pilpres ada beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Sosialisai sesuatu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pilpres
  2. Pemahaman aturan lain oleh tim kampanye
  3. Punishment, atau hukuman terhadap penyelengaraan pemilu harus jelas
  4. Penyelenggaraan pemilu tidak bermain-main jika penyelenggarannya harus konsisten

Disisi lain, faktor yang menyuburkan praktik kotor adalah tingkat keyakinan atau mentalitas calon. Kalau tidak optimis memenangi pertarungan, kecurangan menjadi salah satu alternatif untuk menanggapi takhta yang diincarnya. Banyak lapaoran kecurangan pemilu hanya padaa tahap ets sehingga bawaslu kesulitan untuk menindaklanjutinya. Oleh sebab itu, hingga kini etika politik  hanyalah isu yang menjadi catatan kaki.

      Penegakan hukum pemilu sangat tergantung pada aturan/hukum pemilu yang ada. Political will dan komitmen pihak yangg membuat peraturan dan hukumpemilu tudak menjadi agenda utama atau sesuatau yang diangggap penting.aturan main seperti keuangan partai politik, laporan dan akampanye, audit sumbangan dari luar partai tidak pernah menjadi agenda utama partai politik sebagai penyusun peraturan.

3.4.2 Dugaan Pelanggaran Ham Prabowo

      Ada beberapa faktor tetntang kegagalan penegakan HAM Indonesia yaitu sebagai berikut :

  1. Faktor dari kelompok pelku dan dari situasi pelaku
  2. Menciptakan situasi masyarakat di lingkungan seperti yang di sebutkan pada nomor pertama
  3. Kreadibilitas penguasa, yang juga tersandar olehnpolitik-politik orang-orang lama atau institusi yangg menjadi pelaku pelanggara HAM

Peneggak HAM di Indonesia dan dunia mengalami situasi yang agak paradoks. Makinmemenuhi ruang-ruang publik, wacana-wacana HAM dan rujukan-rujkan tertulis. Hal ini menyebalkan bagi banyak orang di sisi lain, dengan menjadi paradoks indonesia mengadopsi nilai HAM sekaligus melanggarnya.        

            Di indonesia mayoritas masyarakat belom melek HAM seutuhnya. HAM masih dianggap sebagai ajaran dan agenda barat. Pandanan dan keyakinan ini pun ada di sebagian kaum muslimin sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Ada potongan sejaran yang membuat umat Islam trauma dengan isu HAM.

Kasus pemberontakan PKI 1965 adalah pemicunya bagi sebagian kalangan umat islam memandang presiden soeharto adalah prang yang berjasa menghancurkan komunis yang dianggap diametral dengan ajaran islam. Karena menumpas PKI pascatragedi 30 september 1965, soeharto dianggap melangggar HAM.

3.4.3 debat capres-cawapres

Debat capres-cawapres adalah salah satu metode dalam proses kampanye pilpres 2014. Alat kampanye selain alat peraga, pertemuan terbatas, tatap muka, juga namanya iklan serta depat capres-cawapres. Depat menjadi salah satu agenda untuk melihat sejauh mana kegiatan pemamparan visi, misi dan program capres-cawapres ke hadapan masyarakat. KPU mencoba membuat mekanisme depat dengan beberapa langkah, antara lain, merekrut para pakar yang kompeten di berbagai bidang, para pakar ini untuk mengerucutkan tema yang akan dibahas seperti politik, ekonomi, lingkungan, budaya, sosial, dan sebagainya.KPU mengupayakan secara detail mekanisme yang ada dalam isi materi. Hal yang menarik dalam konteks debat ini adalah bagaimana proses debat ini menjadi satu referensi untuk masyarakat dalam menentukan pilihan. Secara umum, penyelenggaraan depat capres-cawapres tahun 2014 relatif berjalan noemal.

3.4.4 konser salam 2 jari 

Merebaknya budaya populer dimasyarakat bisa dipotret dalam dua hal yaitu given dan konstruksi. Sesuatu yang given artinya mengacu pada sebuah kesadaran metodologis tentang objek, baik material dan formal yang sudah tersedia. Salah satu bentuk bahasa yang populer hari ini adalah musik. Musik dikontruksi ketika kampanye jokowi-jk 2014 dalam konser salam 2 jari.

3.4.5 keberpihakan presiden susilo bambang yudhoyono

Dalam pilpres 2014 presiden sosilo bambang yudhoyono tidak memiliki pilihan selain berada di pihak pasangan prabowo subianto-hatta rajasa, beberapa alasan yang melatarbelakangi pilihan ini antara lain, pertama, sudah menjadi rahasia umum presiden bambang yudhoyono memiliki hubngan atau komunkasi personal yang kurang baik dengan mantan presiden megawati soekarnoputri.

Kedua, hubungan kekerabatan atau kekeluargaan dengan hatta. Ketiga, kebanggan korps sebagai sesama alumni militer yang terjun ke dua politik. Dan yang keempat, tidak ada titik temu kepentingan politik antara partai demokrat (presiden SBY sebagai pendiri, ketua dewan pembina, dan ketua umum partai demokrat) dan partai demokrasi indonesia pejuangan (megawati sebagai ketua umum PDIP).

3.5 kontruksi wacana kompas grup, media grup, dan MNC grup

Analisi pada level teks/mikro, praktik wacana/meso, dan sosiokultural/makro pada wacana yang diusung oleh tiga grup media tersebut menujukkan konstruksi wacana yang dilakukan kompas grup, media grup, dan MNC grup bisa disimpulkan.

Pertama, teks berita politik sebagai representasi dari wacana kompas grup, sementara itu, media grup dan MNC grup relatif sama karena memiliki keberpihakan politik pada masing-masing pasangan capres-cawapres.

Kedua, sepanjang penelitian ditemuan banyak perbedaan antara teori, praktik,  dan jurnalistik. Dengan sikapnya masing-masing media negklaim menaati kode etik jurnalistik.

Ketiga, harus diakui ada kegagapan atau kegamangan epistemologi di kalangan redaksi tiga grup yang diteliti.

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.